THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

ID Hostinger

Hosting Gratis

About Me

Selasa, 22 Februari 2011

definisi Biografi

PENDAHULUAN

  1. Definisi Biografi

Biografi yaitu uraian tentang kehidupan seseorang, baik orang itu masih hidup atau sudah meninggal. Biografi berisi tentang perjalanan hidup tokoh tersebut, kehidupan seorang tokoh, deskripsi kegiatan dan prestasi tokoh tersebut, ekspresi tokoh tersebut, serta pandangan tokoh tersebut. Biografi dalam bahasa Indonesia berarti riwayat hidup seseorang.

Dalam biografi seorang tokoh biasanya banyak ditemukan suatu pelajaran yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari awal hidup sampai menjelang ajal banyak yang dapat ditarik hikmahnya.

  1. Hal-hal yang ditulis dalam biografi

Biasanya hal-hal yang dapat ditulis dalam Biografi itu ialah:

- Nama lengkap

- Julukan

- Tanggal lahir

- Tanah kelahiran

- Status perkawinan

- Tinggi

- Berat

- Zodiak

- Warna kesukaan

- Nama kecil

- Hobby

- Nama ayah

- Nama ibu

- Nama saudara

- Penghargaan

  1. Tujuan Biografi

Tujuan menulis biografi, yaitu:

- Agar pembaca dan penulis dapat menghetahui perjalanan hidup seorang tokoh yang ia baca,

- Agar pembaca serta penulis dapat meneladani dan mengambil pelajaran dari seorang tokoh yang ia baca untuk dipakai dalam kehidupan sehari-harinya,

- Agar dapat memberikan sesuatu yang berharga pada diri penulis dan pembaca setelah membacanya,

- Penulis dan pembaca dapat meniru cara bagaimana tokoh tersebut sukses.

  1. Mengungkapkan kembali isi biografi

SURYA WONOWIJOYO

(Pengusaha, Pendiri PT. Gudang Garam, Tbk)

Gudang garam merupakan salah satu produsen rokok paling sukses di Indonesia. Bersama kompetitornya, PT. HM. Sampoerna, dari waktu ke waktu mereka berkompetisi dengan pemain asing, namun selalu tetap eksis. Surya Wonowijoyo, pendiri sekaligus pemilik awal Gudang Garam, merupakan salah satu peletak dasar modernisasi industri rokok, sebuah industri yang berperan besar dalam perekonomian makro. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, produsen rokok merupakan penyumbang pendapatan Negara dari pita cukai. Kini saham PT. Gudang Garam (Tbk) menjadi salah satu saham blue chip yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta.

Tjoa Jien Hwie alias Surya Wonowijoyo lahir di Fukkien, Cina, pada tahun 1923. pada usia 3 tahun ia sudah bermigrasi ke Indonesia bersama keluarganya. Di Indonesia, mereka menuju kota Sampang di pulau Madura.

Sejak kecil, ia memang sudah bergelut dibidang industri rokok. Ia smpat bekerja di pabrik rokok “93” milik pamannya, karena tidak puas, akhirnya surya memutuskan keluar, namun keluarnya surya diikuti oleh 50 buruh lainnya. Ini membuktikan bahwa ia memiliki pengaruh dan charisma kepemimpinan.

Pada usia 35 tahun, ia mendirikan perusahaannya sendiri, pabrik rokok Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur. Konon, pemberian nama Gudang Garam diperolehnya dari mimpi. Berdiri pada tahun 1958, perusahaan ini kemudian berkembang pesat dengan 500 ribu karyawan yang menghasilkan 50 juta batang kretek setiap bulan. Pada tahun 1966, Gudang Garam sudah tercatat sebagai pabrik kretek terbesar di Indonesia.

Surya meninggal pada tahun 1985, tetapi hasil karyanya tetap segar bugar. Keuletan surya tidak sia-sia. Pada tahun 2001, Gudang Garam sudah memiliki 6 unit pabrik diatas lahan sekitar 3000 karyawan tetap. Cukai rokok ia banyak dibayarkan dari Rp. 100 meiliar per tahun.

LIEM SENG TEE

(Pengusaha, Pendiri PT. Sampoerna Tbk. )

Rokok bagi masyarakat Indonesia bukan hanya komoditas, tetapi symbol budaya yang telah berjalan turun temurun. Liem Seng Tee adalah pengusaha yang mencium peluang untuk membangun bisnis raksasa dibidang ini. PT. HM Sampoerna merupakan hasil karyanya yang hingga kini masih abadi, setelah mengalami beberapa kali peremajaan.

Pendirinya adalah Liem Seng Tee yang dating dari sebuah desa di Fukien, Cina pada tahun 1898. tiba di Surabaya. Anak berusia lima tahun ini harus kehilangan ayahnya karena terserang penyakit kolera setiba dirantau. Beruntung, ia diangkat sebagai anak oleh keluarga Cina di Bojonegoro yang mengajarinya berdagang. Pada usia 12 tahun, ia pernah menjadi buruh rokok kretek sebelum memulai bisnis kreteknya dikampung Dapun, Surabaya. Merajang tembakau, mencampur cengkeh, melibnting, sampai menjajakan rokok ke Pasar Besar dilakukannya sendiri. Rokok pertamanya diberi merek Dapoen, untuk mengenang kampungnya.

Pada usia 17 tahun (1912), Liem menikahi Siem Tjiang Nio. Setelah bekerja serabutan, ia akhirnya berjualan tembakau dikaki lima depan rumahnya. Ia menemukan gagasan memberi bau-bauan berupa cokelat, vanili, pala atau cengkeh pada tembakau yang dijualnya. Ternyata hasil racikannya itu disukai para pelanggaan. Usahanya mengalami kemajuan pesat. Seng Tee kemudian mendirikan perusahaan pij (perusahaan dagang) Liem Seng Tee, yang belakangan menjadi H.M. Sampoerna.

Liem Seng Tee merupakan salah satu peletak dasar bagi modernisasi industri rokok di Indonesia, bukan dalam pengertian proses industri, karena lebih bersifat hand-made, melainkan dalam pengertian manejerial. Industri rokok itu sendiri selama puluhan tahun mejdi sumber pendapatan Negara yang jumlahnya sangat besar, selai membuka membuka lapangan kerja bagi jutaan orang penganggur.

  1. menemukan hal-hal yang dapat diteladani tokoh tersebut

hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh Liem Seng Tee, yaitu :

- seseorang jangan pantang menyerah dalam menghadapi hidup,

- Bekerja keras demi mencapai yang diinginkan,

- Mencoba sesuatu yang belum pernah di coba seseorang yang dapat membuat orang menyukainya,

  1. mengungkapkan hal-hal yang menarik tentang diri tokoh tersebut

- Liem Seng Tee telah kehilangan ayahnya pada usia 5 tahun, namun ia tetap semangat menjalani hidup,

- Liem Seng Tee sangat bekerja keras.

- Liem Seng Tee mempunyaai daya kreativitas yang cukup baik dalam segi hal pembuatan rokok.

  1. merefleksikan tokoh dengan diri sendiri

- Tokoh tersebut mempunyai sifat yang sama dengan saya yaitu dalam segi bekerja keras,

- Jalani hidup sehari-hari dengan penuh semangat, sperti yang dilakukan oleh Liem Sen Tee.

  1. Menemukan tokoh yang mirip dengan tokoh tersebut

- Liem Seng Tee dan Surya Wonowijoyo, sama-sama bergerak dibidang rokok,

- Mereka mempunyai daya kreativitas yang cukup baik,

- Mereka bukan orang Indonesia,

- Mereka bekerja keras demi mencapai yang mereka inginkan,

- Mereka dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan mendirikaan perusahaan rokok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar