THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

ID Hostinger

Hosting Gratis

About Me

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2009

israel bayar mata - mata untuk mengungkap terowongan


Gambar pada 1 Agustus 2007 memperlihatkan seorang warga Palestina penggali terowongan mengenakan topeng guna menutupi identitasnya saat memindahkan pasir dari terowongan di Rafah, kawasan selatan Jalur Gaza. Terdapat ratusan terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan wilayah Mesir, yang digunakan untuk menyelundupkan bahan makanan dan keperluan sehari-hari

Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman

Pertemuan kami dengan Ismail tidak sengaja. Petang itu, kami tengah berada di Bukit Zaitun—begitu kami menyebut bukit yang ada di sebelah kanan Pintu Gerbang Rafah, Mesir—untuk melihat sepak terjang pesawat tempur Israel mengebom wilayah Rafah, Jalur Gaza, Palestina.

Ismail (38), lelaki Badui yang tinggal di sekitar bukit itu, tiba-tiba menyapa kami, ”Assalamualaikum,” dan mengulurkan tangannya. Kami pun menjawab dengan salam yang sama. Dan, kami pun, seperti layaknya orang-orang di Timur Tengah saat bertemu, lalu berjabat tangan dan kemudian berpelukan.

Lelaki Badui bertubuh kecil itu begitu ramah. Ia lalu bercerita tentang gempuran pesawat tempur Israel. Dari sinilah pembicaraan kami masuk ke soal terowongan rahasia yang ada di sepanjang tembok perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Terowongan inilah yang dipersoalkan Israel dan dianggap sebagai jalan untuk menyelundupkan senjata oleh Hamas.

Selama beberapa hari kami mencari penduduk setempat yang mau berbicara dan menunjukkan di mana terowongan itu berada, tetapi selalu kesulitan. Sebab, biasanya orang tak mau bicara soal terowongan, apalagi menunjukkan. Entah mengapa. Karena itu, ketika kami menyebut kata ”terowongan”, ia memperlihatkan wajah kaget, lalu tertawa.

”Penduduk di sini sudah tahu bahwa ada banyak terowongan bawah tanah di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Mesir. Namun, tidak ada yang tahu berapa persisnya atau kira-kira jumlahnya,” kata Ismail.

”Terowongan bawah tanah itu biasanya berada di dalam rumah di sisi wilayah Jalur Gaza dan menyambung ke dalam rumah di sisi wilayah Mesir. Galian terowongan itu kira 15 hingga 20 meter ke bawah dan panjangnya sekitar 300 meter hingga 500 meter,” ungkap Ismail.

Menurut dia, keberadaan terowongan bawah tanah itu hanya diketahui kalangan sangat terbatas, misalnya kalangan keluarga saja. Ia menjelaskan, antara penduduk di Rafah-Mesir dan Rafah-Palestina yang hanya dipisah dinding perbatasan banyak yang masih punya tali persaudaraan.

”Sering mereka yang masih saudara itu membuat terowongan bawah tanah antara rumah mereka yang berada di sisi wilayah Jalur Gaza dan wilayah Mesir. Dan, yang tahu terowongan itu tentu hanya terbatas di kalangan anggota keluarga mereka dan yang menggunakan terowongan itu juga hanya anggota keluarga itu,” ungkap Ismail sambil menambahkan, bisa dikatakan bahwa terowongan yang mereka miliki itu adalah terowongan keluarga.

Karena itu, lanjutnya, tidak mungkin aparat keamanan, baik Mesir maupun Israel, mampu menghancurkan terowongan bawah tanah itu, atau siapa pun, karena terowongan bawah tanah itu sering menjadi rahasia keluarga atau kalangan penduduk yang sangat terbatas.

Kalau kemudian ada terowongan yang berhasil dihancurkan aparat keamanan, itu pasti ada yang membocorkannya. Ismail lalu menuduh para mata-mata Israel yang berkeliaran di Rafah yang memberi informasi soal terowongan itu.

”Saya dengar ada mata-mata Israel mendapat imbalan 1.000 dollar AS setiap dia memberi informasi baru. Kebanyakan dari mata-mata itu adalah warga Palestina sendiri,” kata Ismail.

Tak ada senjata

Ismail juga membantah keras jika terowongan itu digunakan untuk menyelundupkan senjata. Menurut dia, terowongan bawah tanah itu hanya menyelundupkan bahan makanan, minuman, dan rokok dari Mesir ke Jalur Gaza, terutama sejak blokade Israel atas Jalur Gaza.

Petang itu kami berpisah dengan sedikit informasi tentang terowongan dari Ismail. Kami berjanji bertemu lagi di tempat yang sama setelah sembahyang Jumat esok harinya.

Esok harinya, sebelum bertemu Ismail, kami putar-putar di kota Rafah, Mesir. Hari itu hari Jumat. Kota seperti kota mati karena kehidupan dan aktivitas masyarakat baru mulai setelah sembahyang Jumat.

Rafah tampak begitu kotor. Sampah-sampah bertebaran di jalan-jalan yang berlubang-lubang. Bangunan di kota itu pun lusuh dan berdebu. Bila ada mobil lewat, debu beterbangan.

Pohon-pohon jeruk di sisi kanan kiri jalan yang buahnya begitu lebat dengan warna kuning ranum tidak mampu menghidupkan suasana Rafah. Keranuman jeruk itu tetap tak mampu mengalahkan kelusuhan kota. Daun-daun pohon zaitun yang lebat dan semestinya berwarna hijau segar berubah kelabu berselimutkan debu.

Tidak menarik sama sekali, kota itu. Yang menarik adalah di setiap mulut jalan menuju tembok perbatasan dijaga tentara dan polisi. Di mulut jalan dibangun barikade dan, kadang, truk mereka pun diparkir di mulut jalan. Beberapa barikade juga dibangun di jalan utama selebar enam meteran. Setiap kendaraan yang melintas dihentikan dan diperiksa.

Di kota yang lusuh itulah kami bertemu Walid, bocah lelaki usia 13 tahun. Ini pun pertemuan kebetulan. Saat itu kami tengah berhenti di depan sebuah rumah karena mendengar deru pesawat tempur Israel. Kami keluar dari mobil, ingin tahu apa yang akan terjadi.

Kala itulah, dari atap sebuah rumah ada seorang anak kecil—yang belakangan kami tahu bernama Walid—berteriak kepada kami dan mengajak kami naik ke atap rumahnya. Kami pun naik ke atap rumah berlantai tiga milik orangtua Walid. Ibu Walid diam saja, hanya melihat dengan sorotan mata heran ketika kami masuk rumahnya dan naik tangga yang menuju ke atap. (Trias Kuncahyono/ Mustafa Abd Rahman, dari Rafah)

obama menang, anak menteng senang

Kemenangan Barack Obama dalam perebutan tiket calon presiden Partai Demokrat disambut baik orang-orang yang pernah menjadi teman masa kecilnya.

"Saya tidak pernah membayangkan ia akan menjadi orang hebat," kata Widianto Hendro Cahyono (48). Pria ini pernah menjadi teman sebangku Obama saat belajar di SDN Menteng 01 Jakarta, Rabu (4/6).

Di sekolah itulah Obama pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. yaitu antara usia 6-10 tahun. Ketika nama Obama mulai dikenal, mantan teman dan gurunya pun mencoba menggali kembali ingatan mereka ke masa lampau.

"Ia tergolong siswa yang biasa-biasa saja, tetapi sangat aktif. Ia selalu main bola tiap istirahat sampai mandi keringat," kata Cahyono yang sama-sama duduk di kelas tiga di sekolah itu.

Yang tak kalah bangga adalah sang kepala sekolah, Kuwadiyanto. Ia berharap suatu saat Obama mau berkunjung ke Indonesia.

Orang Indonesia lain yang berharap pada Obama adalah Djoko Susilo, bahwa Obama bisa meningkatkan hubungan bilateral dengan AS di bawah Obama. "Yang penting adalah menghentikan perang di Irak, Afghanistan dan lain-lain," kata politisi Partai Amanat Nasional itu.

Tidak hanya di Indonesia, warga negara lain juga berharap pada perubahan yang kelak dibawa Obama. Khususnya tentang janji mengubah wajah Amerika yang militeristik menjadi lebih ramah. Penghentian perang merupakan salah satu isu penting yang digarap Obama untuk mengobati kekecewaan warga Amerika yang sudah lelah berperang.

Wajah damai yang diinginkan Obama terhadap Amerika antara lain ditampilkannya janji-janji untuk membuka dialog dengan negara-negara yang selama ini menjadi musuh Amerika. Sebut saja Iran, Korea Utara, dan Kuba yang sejak lama diisolasi Amerika.

Di Vietnam, pengusaha real estat Ngo Van Hung (33) mengaku mengalihkan dukungannya dari Hillary Clinton ke Obama setelah menyaksikan Obama berkampanye. Di Vietnam, keluarga Clinton dipuja-puja karena berinisiatif memulihkan hubungan diplomatik yang puluhan tahun terputus.

Seperti kebanyakan warga Vietnam lain yang menderita dalam perang yang melibatkan militer AS, Hung menentang perang Irak. Ia sangat senang ketika mendengar Obama menentang perang itu.

"Obama menolak perang Irak sejak awal. Ia terlihat sebagai pecinta damai. Ia punya pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana memperlakukan orang yang berbeda kewarganegaraan dan berbeda negara," kata Hung.

Seorang pengamat dari China memperkirakan tidak akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS. Namun pasti warna kebijakan akan berubah secara keseluruhan, begitu Obama menguasai Gedung Putih.

"Dia akan membawa energi baru ke politik domestik dan kebijakan luar negeri AS. Itu pilihan baik bagi Demokrat," kata Zhe Feng, wakil direktur Center of International and Strategic Studies di Universitas Peking di Beijing.

Seoal kemungkinan Obama menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika, Zhu mengatakan latar belakang etnis Obama tidak begitu berarti bagi rakyat China. "Dia menunjukkan belas kasih, inspirasi, kebijaksanaan dan intelijensia. Ia pembicara yang fantastis," kata Zhu.

Namun begitu, Obama menjadi tidak populer di Pakistan, setelah ia berpendapat bahwa AS harus bertindak sendiri atas informasi tentang sasaran teroris di dalam batas wilayah nasional. Itu memicu munculnya pendapat bahwa Obama tidak berbeda dengan George W Bush.

Chaiwat Khamchoo, seorang profesor Thailand, mengatakan ketegangan dan konfrontasi akan berkurang, terutama di Timur Tengah, ketika AS dipimpin Obama. Meski begitu, ia memperkirakan tidak akan ada perubahan dramatis dalam hubungan AS dengan negara-negara Asia.

"Gaya Obama yang lebih lembut, yang menawarkan pembicaraan dan negosiasi akan mengubah citra Amerika Serikat," kata Chaiwat, profesor hubungan internasional di Universitas Chulalongkorn.

"Obama telah mengancam menyerang kami, bahkan sebelum menjadi presiden. Ia lebih berbahaya ketimbang Bush," kata Ibrar Ahmad (34), pengajar di perguruan tinggi pemerintah di Multan Pakistan.

SAS
Sumber : AP

presiden obama

BARACK Obama (46) telah mencatat sejarah, menjadi calon presiden AS kulit hitam pertama dari Partai Demokrat. Ini terjadi di negara yang selama ratusan tahun telah menjadikan kulit hitam sebagai budak dan sempat melahirkan perlawanan.

Namun, ia tidak hanya mencatat sejarah. Ia menapaki kehidupan pahit, ditinggal ayah (Barack Hussein Obama asal Kenya), yang punya tiga istri lain, selain ibu kandung Obama, Stanley Ann Dunham. Ibu kandungnya pun kemudian menikah dengan Lolo Soetoro.

Ia menjadi sebatang kara setelah ibunya memilih pergi ke Indonesia, mengikuti suami keduanya itu. Setelah sempat tinggal di Indonesia, Obama memilih kembali ke Hawaii, tinggal bersama kakek dan nenek kulit putih. Pergulatan hidup dimulai karena hidup tanpa orangtua kandung, diiringi segregasi ras lingkungan di Punahou, Hawaii. Ibunya, Ann, pernah mendapatkan buku harian Obama yang mengisahkan, ”Siapakah diri saya ini?”

Di tengah gejolak batin itu, Obama berprestasi di sekolah, mungkin turun dari ibu yang cerdas dan pendobrak kebuntuan politik AS. Ayahnya juga pintar, mendapatkan beasiswa pada era Presiden John F Kennedy.

Para wanita AS, yang menjadi ibu tunggal, menjadikan Obama sebagai pemberi semangat. Tanpa orangtua lengkap, Obama bangkit dan kini jadi capres.

Obama tak mengenal ayahnya secara dekat, tetapi mengingat petuahnya, ”Jangan menangis dan tatap masa depan.” Air matanya mengalir ketika pesawat ayahnya lenyap di Samudra Pasifik saat terakhir kali menemui Obama di Hawaii tahun 1971.

Dengan latar belakang kehidupan yang rasanya ada yang hilang, Obama yang suka bergaul melanjutkan sekolah ke California, kemudian ke Columbia University (New York, lulus 1983) dan Harvard University (Cambridge, lulus 1991).

Pada 1992, ia menikahi Michelle Robinson, lulusan Princeton dan Harvard, dengan latar belakang keluarga harmonis. Mereka dikaruniai dua putri, Malia Ann (lahir 1999) dan Natasha (lahir 2001).

Kehidupannya dengan Michelle, putri seorang pegawai pengairan di Chicago, menutupi babak kegelisahan hidup Obama yang sempat terjerumus narkoba. Adalah pencarian identitas yang membuat Obama memilih tinggal di South Side Chicago.

Merangkul


Ia bukan menemukan jati diri sebagai kulit hitam, tetapi mencoba membuat kehidupan Amerika Serikat tidak dipecah oleh ras. Awalnya, ia tak terpikir menjadi presiden walau ketika sekolah di SD Asisi Jakarta dalam pelajaran mengarang ia menuliskan ingin menjadi presiden.

Sebagai aktivis sosial di Chicago, ia melihat kemiskinan dan ketertinggalan warga kulit hitam. Sistem adalah penyebab semua itu. Untuk mengubahnya, Obama sadar hal itu harus dilakukan melalui gerakan politik.

Pada 2004, ia bertarung menjadi Senat AS dan menang. Hal ini tak lepas dari ketenaran yang diraihnya ketika menyampaikan pidato pada konvensi Partai Demokrat tahun 2004, mengantar John F Kerry sebagai nomine presiden Demokrat.

Dengan pidato yang memuja kebesaran AS, tetapi mengingatkan negara yang kehilangan reputasi global, kekacauan di dalam negeri karena banyak kelompok terpinggirkan, Obama mendadak menjadi selebriti. Banyak yang mengundangnya sebagai pembicara. Dari seorang calon kulit hitam yang tidak dikenal, Obama menjadi Senator AS dengan kesediaan bekerja sama dengan siapa pun, termasuk Senator Republik.

Dari sinilah ia memutuskan diri menjadi capres. Toni Morrison, sastrawan AS peraih Nobel Sastra 1993, menulis, ”Saya mendukung Anda bukan karena kulit Anda.” Morrison, kulit hitam, melihat Obama sebagai figur yang merangkul, jujur, pintar, dan ingin mengubah peta politik AS. Itulah inti kemenangan Obama, ditambah tenaga lapangan yang ditebar membujuk warga AS.



Sumber : Kompas

sekilas tentang barack obama

Meski namanya baru dikenal publik Amerika Serikat (AS) sekitar 2 tahun lalu, namun kehadirannya sudah mampu menandingi pesaing lainnya dalam kancah kandidat presiden AS. Barack Obama dikenal sebagai seorang sosok politisi yang senang berkomunikasi baik langsung maupun tidak dengan warga AS. Beliau seringkali menuangkan isi pikiran, pendapat serta ide-ide barunya yang dikemas dalam sebuah audiofile podcasting yang selalu bisa diakses oleh publik di seluruh dunia. Suaranya yang bersahaja dan ramah mengesankan seolah-olah beliau sedang berbicara langsung secara personal kepada para pendengarnya. Hal ini tentunya patut dijadikan sebuah keuntungan yang belum tentu dimiliki oleh setiap politisi dimanapun.

Baru-baru ini, Obama juga menggelar sebuah orasi, sebuah kegiatan yang sering beliau lakukan dan berorasi memang suatu kehandalan yang dimilikinya. Orasinya kali ini dilakukan di sebuah taman di Nevada pada waktu siang hari. Walaupun teriknya matahari terasa sungguh menyengat siang itu, namun tidak ada satu orang pun yang malah sibuk mencari tempat teduh di taman tersebut. Semua pengunjung taman tampak terkesima dengan orasi yang disampaikan Obama siang itu. Tidak ada satupun kandidat presiden AS lainnya yang mampu mengumpulkan begitu banyak orang yang bersemangat ingin mendengarkan orasi seorang politisi. Beberapa pengunjung yakin bahwa ”dialah orang yang ditunggu-tunggu Amerika”. Salah seorang pengunjung taman yang kebetulan juga seorang penggemar Obama, Michelle, pernah menuliskan pesan di situs web-nya Obama. Pesannya adalah bahwa ia berharap akan ada peraturan yang menyulitkan orang-orang yang berpenyakit mental dalam memperoleh/membeli senapan. Tidak lama kemudian, Obama membuat usulan yang sama persis. Michelle beranggapan bahwa usulan yang dibuatnyalah yang menginspirasi Obama. Namun orang lain beranggapan bahwa usulan Obama semata hanya karena kasus penembak yang membunuh 32 orang di Virginia beberapa waktu lalu.

Siapakah Obama sebenarnya? Ia mengaku dirinya adalah anak dari ayahnya yang berdarah Kenya yang kesehariannya menggembala kambing. Suatu masa, ayahnya mendapat beasiswa untuk belajar di AS, dimana ia akhirnya menikah dengan seorang wanita berkulit putih dari Kansas. Walaupun orang tuanya tidak kaya, tapi mereka berhasil menyekolahkan anaknya di Harvard.

Sekarang ini, mungkin kulit hitamnya bisa membantu posisinya dalam pemilu presiden nanti. Beberapa generasi lalu, hal ini justru akan merugikan dan bahkan fatal bagi dirinya. Namun kini, masyarakat kulit putih AS justru menilai hal ini sebagai tanda optimistik dari fron rasial. Banyak diantara mereka akan memilih presiden berkulit hitam dan menunjukkan pada dunia, dan diri mereka sendiri, bahwa kulit hitam bukanlah pecundang. Beberapa juga berpendapat bahwa, ”Saatnya telah tiba. Sejauh ini hanya ada pria kulit putih dari kalangan kelas atas.”

Keadaan sekarang ini tentunya merupakan sebuah kesempatan dan keuntungan yang harus diraih oleh Obama. Meski beberapa masyarakat kulit hitam masih meragukan posisi Obama “di kalangan kulit hitam”, karena nenek moyangnya tidak dibawa ke AS sebagai budak dan beliau juga tidak memegang peran dalam gerakan memperjuangkan hak-hak sipil. Menanggapi ini, Obama berkata bahwa dirinya telah banyak berjuang melawan isu rasial. Dalam otobiografinya, beliau ingat akan masa kecilnya dimana seorang kulit hitam telah disiksa dengan menggunakan racun kimia untuk memutihkan kulitnya. Beliau juga pernah menonjok seseorang yang menghinanya dan mengejeknya. Namun sebagai seorang yang berpikiran secara dewasa, dirinya memilih untuk menempuh jalan konsiliasi dibanding konflik.

Meski demikian, mampukah karisma Obama memenangkan dirinya dalam nominasi presiden nantinya? Menurut jajak pendapat, mungkin tidak. Obama tetap belum bisa menyamakan kedudukan dengan organisasinya Hillary Clinton. Obama masih tertinggal sekitar 10 poin di jajak pendapat nasional. Namun, Obama berhasil menggalang dana lebih besar daripada Clinton pada kwartal pertama tahun ini. Jajak pendapat lainnya mengatakan bahwa Obama memiliki kesempatan yang lebih baik dibanding Clinton dalam mengalahkan kandidat papan atas dari Partai Republik, seperti Rudy Giuliani dan John McCain. Jelas, Obama tetap harus dianggap sebagai kandidat yang berpotensi.

Posisinya mengenai perang Irak sangat jelas. Sedikit berbeda dari lawan utamanya, sejak awal, Obama jelas mengatakan tidak setuju dengan perang Irak. Berbicara mengenai kebijakan luar negeri, dirinya bersikap ambisius dan idealistik. Secara gamblang beliau berkata bahwa posisi sebagai pemimpin bagi dunia bebas ini terbuka lebar dan dia ingin menempati posisi tersebut. Obama ingin bekerja dengan Rusia untuk mengamankan bahan-bahan nuklir, pada saat bersamaan mendorong demokrasi dan transparansi di sana. Beliau juga ingin memperkuat NATO, membangun aliansi baru di Asia, menghentikan genosida di Darfur, memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah, dan membantu negara-negara miskin membangun ekonomi pasar yang berfungsi. Obama tidak berbicara banyak mengenai ekonomi. Ia hanya ingin mengalokasikan dana yang lebih besar untuk sekolah, subsidi kesehatan, dan kepentingan veteran.

Sumber:

The Economist

http://www.barackobama.com/

Minggu, 18 Januari 2009

depo pertamina kebakaran

Jakarta - Kebakaran dahsyat yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang belum juga padam. Komentar pesimistis justru keluar dari pihak Pertamina. Kebakaran ini tidak bisa dipadamkan.

Kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara melanda tanki nomor 22. Kapasitas tanki tersebut 10 ribu Kiloliter, tapi belum terisi penuh.

"Yang terbakar tanki nomor 22 dan baru terisi 1.000-2.000 KL," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso di lokasi, Minggu (18/1/2009) malam.
kebakaran di depo pertamina, Plumpang

Dia menegaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.15 WIB, dan penanganan segera dilakukan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir soal pasokan BBM," tandasnya.

Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi dampak kebakaran di Depo Pertamina Plumpang. Mereka tidak perlu khawatir kehabisan stok BBM karena Pertamina masih mempunyai stok kuranglebih 50-60 ribu kiloliter.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik. Kita punya cadangan yang cukup yakni 50-60 ribu kiloliter," ujar juru bicara Pertamina Anang Rizkani Noor di lokasi kejadian, Senin (19/1/2009) dinihari.

Tak cuma masyarakat Jabodetabek saja yang tak perlu khawatir, masyarakat Indonesia juga tak perlu cemas.

"Stok tetap lancar di Jabodetabek dan untuk nasional," kata dia tanpa menjelaskan sampai berapa lama pasokan BBM tersebut bisa mencukupi.

Saat ini, lanjut Anang, Pertamina masih memfokuskan pada upaya pemadama api. "Kita fokuskan pada pemadaman. Informasi sudah kita berikan kepada masyarakat sekitar agar tetap tenang," pungkasnya.

Pantauan detikcom, hujan mengguyur lokasi kebakaran sekitar pukul 00:00 WIB. Namun guyuran hujan tak mampu memadamkan kobaran si jago merah yang terus membesar.
"Api tidak bisa dipadamkan oleh pemadam," ujar Sekretaris Pertamina Toharso di TKP, Minggu (18/1/2008).

Menurut Toharso, api baru akan padam jika minyak yang terbakar habis.

"Kalau dia minyaknya habis, baru mati. Dia (api) tidak bisa dipadamkan pakai pemadam," keluhnya.(anw/ndr)


Rabu, 14 Januari 2009

pertamina siap menurunkan harga BBM

ya haruslah, wong hampir semua masyarakat di Indonesia sudah mempunyai kendaraan berbahan bakar bensin.


Pertamina memastikan keamanan stok BBM-nya menghadapi berbagai kemungkinan dampak penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar yang akan mulai berlaku pada 15 Januari 2009. Pertamina telah melakukan kerja keras meningkatkan kinerja infrastruktur dan sistem pengiriman untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.

"Sistem pemesanan dan delivery yang baru telah berjalan dengan baik," kata Anang R. Noor, VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero) sambil menambahkan bahwa dua pekan terakhir merupakan masa penyesuaian sistem tersebut.

Pertamina telah mempersiapkan beberapa langkah untuk mengamankan ketersediaan BBM di seluruh SPBU di Indonesia sehingga masyarakat tidak akan kesulitan memperoleh BBM di manapun dan kapanpun.

Pertamina meminta kepada seluruh pengusaha SPBU agar menjaga ketersediaan stoknya untuk memenuhi seluruh permintaan masyarakat. Terkait dengan hal ini, Pertamina memberikan insentif kepada SPBU yang melakukan pemesanan rutin dan memungkinkan SPBU membayar pesanan BBM tanggal 13 Januari 2009 dengan harga baru yang akan berlaku mulai 15 Januari 2009.

Pertamina juga selalu menjaga ketersediaan stok BBM Pertamina dalam level aman, cukup untuk 20 hari ke depan. Pertamina juga mengoperasikan Depot-nya 24 jam untuk menjaga kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat banyak.


Posisi Penyaluran BBM, Tanggal 13 Januari 2009

Wilayah
Penyaluran
Premium M. Solar
Region I
7.409 4.733
Region II
3.784 3.261
Region III
19.348 7.361
Region IV
4.689 2.949
Region V
9.707 5.724
Region VI
3.516 2.329
Region VII
4.451 4.874
Grand Total
52.904 31.231