THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

ID Hostinger

Hosting Gratis

About Me

Senin, 30 Maret 2009

tugas anak IPS

Tunjukan beberapa kesenjangan multidimensional dalam masyarakat multikultural di Indonesia ?

Sama seperti yang ditemukan dinegara – negara berkembang mengenai kesenjangan multidimensional, Indonesia juga memiliki banyak kesenjangan multidimensional hampir sidalam semua aspek kehidupan. Ciri – cirinya adalah ditandai adalah :

1. Dengan adanya jurang pemisah antara sejumlah kecil orang kaya dengan sejumlah besar anggota masyarakat yang miskin. Kebanyakan masyarakat di Indonesia masih kurang mampu untuk menjalani hidup, hal ini yang menyebabkan kesenjangan multidimensional dalam segi kehidupan dinegara Indonesia.

2. Antara sejumlah orang yang berpendidikan dengan sejumlah masyarakat besar yang kurang akan pendidikan, hal ini disebabkan mahalnya mutu pendidikan diIndonesia. Kebanyakan masyarakat kecil lebih mengutamakan bekerja, dari pada mengenyam pendidikan. Menurut penelitian, di Indonesia banyak anak – anak yang buta huruf, dikarenakan tidak pernah / jarang membaca. Hal ini juga yang dapat menjadi jurang pemisah antara orang yang berpendidikan dengan orang yang kurang akan pendidikan.

3. Antara sejumlah orang kecil yang modern dengan sejumlah besar masyarakat yang masih berpandangan tradisional. Kebanyakan hal ini ditemukan didaerah perkampungan atau pedesaan. Hal ini sangat berkaitan dengan pendidikan, masyarakat yang berpendidikan lebih berfikir kearah modernisasi, berbeda dengan masyarakat yang tidak berpendidikan, mereka lebih mengutamakan prinsip – prinsip nenek moyang terdahulu mereka dari pada pendapat – pendapat orang yang berwawasan tinggi. Tanpa mereka sadari bahwa hal yang membuat mereka percaya akan nenek – nenek moyang mereka terdahulu adalah mitos yang membuat mereka percaya akan hal itu.

4. Pemisah antara sejumlah kecil orang yang berkuasa dengan sejumlah besar masyarakat yang dikuasai. Salah satu penyebab kejadian ini ada kjaitannya dengan ketiga masalah diatas, yaitu dengan sejumalah besar orang yang tidak mampu, sejumlah besar orang yang tidak berpendidikan, dan sejumlah besar orang yang berpandangan tradisional, hal ini yang menyebabkan mereka dikuasai, bukan untuk menguasai. Di Indonesia kebanyakan masyarakat minim akan pendidikan lebih besar kemungkinannya untuk dikuasai. Salah satu contoh adalah, masyarakat yang kurang pendidikan dan didorong oleh faktor ketidakmampuan dalam aspek ekonomi, lebih banyak menjadi pesuruh atau buruh, berbeda dengan masyaraka yang mengenyam pendidikan lebih dengan pola pemikiran modernisasi serta kemampuan dalam segi ekoinomi, mereka lebih berkuasa disbanding dengan masyarakat yang kecil.

Berikan alternatif pemecahan masalah konflik antar etnis di Indonesia?

Ada beberapa penyelesaian alternatif dalam upaya pemecahan beberapa konflik antar etnis di Indonesia, yaitu :

1. Menghilangkan primordialisme dan entrisme, arti promodialisme itu sendiri adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Di satu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Namun, di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain. Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya.

2. Membangkitkan semangat nasionalisme dengan meningkatkan suatu kesejahteraan sosial, ekonomi, dan politik bagi masyarakat tempat konflik itu terjadi. Meningkatkan rasa nasionalisme didaerah yang terjadi konflik sangatlah susah, hal ini disebabkan bahwa masyarakat yang menjadi korban sangat berpegang teguh pada pendiriannya, sedangkan cara dengan memberikan kesejahteraan sosial baik itu dalam segi ekonomi maupun politik kemumungkinan besar masyarakat akan memenuhi sanggupan untuk menyelesaikan konflik tersebut secara damai.

3. Memperkuat persamaan simbol-simbol budaya sehingga mereka merasa bahwa diri mereka berasal dari satu rumpun yang sama. Perekat berupa simbol-simbol budaya ada yang merupakan hasil penggalian kembali terhadap budaya-budaya yang telah ada dan ada pula yang berupa suatu perekayasaan kebudayaan baru. Membuat simbol – simbol baru untuk mempersatukan masyarakat yang terlibat konflik merupakan hal yang sangat berpengaruh besar bagi perubahan daerahnya itu, arti dari simbol – simbol budaya daerahnya itupun beranekaragam, namun tujuan dari semua symbol yang adapun sama, yaitu untuk mempersatukan masyarakat didaerah tersebut secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar